Sumber: Kebudayaan Kota Yogyakarta
Taman Sari berarti taman yang indah. Taman ini hanya berjarak sepuluh menit berjalan kaki dari istana Sultan ke arah baratdaya. Taman ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1757. Beliau menciptakan gaya arsitektur baru yang merupakan campuran gaya Jawa dan Portugis. Pada mulanya Taman Sari adalah taman air yang indah dan menawan. Daerah di sebelah timur taman sampai ke perempatan kota disebut Suryoputran. Segaran dalam bahasa Jawa berarti laut buatan. Setiap kali Sultan mengunjungi taman tersebut, beliau akan mendayung perahu pribadinya melewati jembatan gantung yang disebut ‘Kreteg Gantung’ yang terletak di depan gerbang Kraton, ke arah selatan atau utara Kemandungan. Bagian lain dari bangunan yang dulu terhubung dengan jembatan gantung masih dapat dilihat. Selain transportasi air, terdapat juga jalan bawah tanah atau terowongan dari Kraton Yogyakarta yang menuju salah satu bangunan di taman yang disebut Pasarean Ledok Sari.
Jl. Taman Sari No.42, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia, 55132.
Setiap Hari : 09.00 - 15.00
Rp15.000/orang
Parkir, Pemandu Wisata, Warung Kuliner, Toko Cinderamata
0817265343
Informasi perjalanan berdasarkan rute dan asal tujuan akan dijelaskan disini.
No | Jalur | Halte Naik | Halte Turun | Warna |
---|---|---|---|---|
1 | 3B | Terminal Giwangan | TPB MT Haryono 2 | Kuning |
2 | 8 | Terminal Jombor | TPB MT Haryono 2 | Turkis |
3 | 11 | Terminal Giwangan | TPB MT Haryono 2 | Navy |
4 | 3A | Terminal Giwangan | TPB MT Haryono 1 | Biru |
5 | 9 | Terminal Giwangan | TPB MT Haryono 1 | Kuning |